WHAT'S NEW?

Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran



Random Post
    Pengelolaan kelas dalam pembelajaran sangat erat kaitannya dengan kemajuan suatu sekolah. Sekolah merupakan organiasi kerja yang di dalamnya terdiri atas beberapa kelas. Setiap kelas yang berdiri merupakan sub sistem dari sebuah sekolah yang berperan sebagai total sistem. Pengembangan suatu sekolah sebagai satu keasatuan organisasi dan total sistem sangat dipengaruhi oleh pengelolaan kelas.

    Dalam hal ini, guru kelas serta wali kelas memiliki peranan penting dalam hal pengelolaan kelas, mereka menjadi pemimpin sekaligus yang bertanggung jawab dalam memajukan dan mengembangkan kelas. Pengembangan serta pengelolaan kelas yang baik akan berdampak positif terhadap kemajuan suatu sekolah secara keseluruhan. Setiap murid dan guru yang merupakan unsur penggerak aktivitas serta kegiatan di kelas tentunya harus dioptimalkan. Ini akan menjadi suplemen pendukung agar kesatuan setiap kelas menjadi lebih dinamis yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas sekolah.

    Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran

    Dalam pengelolaan kelas setidaknya ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan diantaranya kurikulum, bangunan dan sarana, guru, murid dan dinamika kelas. Keenam faktor ini bersifat terikat dan tidak bisa terpisahkan, jika salah satunya hilang maka pengelolaan kelas akan menjadi tidak maksimal.

    Kurikulum

    Sekolah yang didalamnya terdapat kelas-kelas untuk belajar, tidak sekedar dijadikan oleh siswa untuk meningkatkan kualitas intelektualnya saja. Ada hal lain yang juga perlu ditingkatkan dan itu adalah kualitas kepribadian. Dalam hal ini kurikulum menjadi aktor utamanya. Untuk setiap jenjang dan jenis sekolah dibutuhkan kurikulum yang dapat mencukupi kebutuhan masyarakat yang sekarang sudah sangat kompleks dalam perkembangannya. Kurikulum yang digunakan oleh suatu sekolah teramat sangat besar efeknya terhadap kegiatan serta aktivitas kelas dalam menciptakan proses belajar yang berdaya guna dalam pembentukan kepribadian siswa. Dengan kata lain, kegiatan serta aktivitas suatu kelas sangat erat kaitannya dengan kurikulum yang diaplikasikan di sekolah. Sebuah kelas dapat mencukupi kebutuhan dari masyarakat apabila kurikulum yang diaplikasi oleh sekolah disusun sesuai dengan dinamika masyarakat.

    Sebuah sekolah yang kurikulumnya disusun secara tradisional akan menyebabkan aktivitas serta kegiatan kelas berlangsung secara diam/statis. Kurikulum tradisional di sini dimaksudkan sebagai sejumlah materi kebudayaan dan pengetahuan masa lalu yang harus siswa kuasai untuk memperoleh tingkat tertentu, yang dinyatakan dengan sebuah ketentuan pemberian izasah dan kenaikan kelas kepada murid bersangkutan. Kurikulum seperti ini dicirikan dengan mata pelajaran yang terpisah-pisah, yang pada umunya bersifat intelektualistis.

    Sekolah yang menerapkan kurikulum modern akan mampu menyelenggarakan kegiatan kelas yang lebih dinamis. Kurikulum jenis ini diartikan sebagai semua kegiatan yang memiliki pengaruh terhadap pembentukan pribadi murid, baik yang berlansung didalam sekolah ataupun diluar sekolah.

    Kurikulum yang dijelaskan di atas, nampaknya kurang serasi dengan kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki pandangan hidup Pancasila. Di satu sisi kurikulum tradisional yang berpusat ke guru akan menimbulkan sikap otoriter dan akhirnya mematikan kreatifitas dan inisiatif siswa. Kurikulum jenis ini tidak dapat meningkatkan pembentukan pribadi siswa berdasarkan bakat, minat dan kemampuan. Di sisi lain kurikulum modern yang lebih menekankan kepada perkembangan diri individu secara maksimal akan menampkan suatu kebebasan atas dasar demokrasi liberal sehingga tidak mungkin diselenggarakan yang namanya keefektifan kegiatan belajar secara klasikal dalam rangka pengabdian sebagai makhluk sosial dan makhluk ciptaan Allah SWT.

    Oleh sebab itu perlu adanya usaha untuk mengintegrasikan kedua jenis kurikulum tersebut ke dalam kehidupan lembaga pendidikan formal yang ada di Indonesia agar selaras dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat. Kurikulum mesti disusun sebagai suatu pengalaman edukatif yang menjadi tanggungjawab pihak sekolah dalam rangka membantu siswa-siswa menggapai tujuan pendidikannya, yang diselenggarakan secara sistematik, berencana, dan terorganisir. Sekolah yang dirancang serta disusun dengan jenis kurikulum seperti ini, memungkinkan aktifitas kelas tidak hanya dipusatkan di penyampaian sejumlah materi pengetahuan/pelajaran yang bersifat intelektual, tetapi juga memperhatikan yang namanya aspek pembentukan pribadi, baik sebagai makhluk bermoral maupun sebagai makhluk sosial.

    Bangunan & Ruangan

    Sebuah perencanaan dalam rangka membangun sebuah gedung untuk sekolah harus disesuaikan dengan kurikulum yang dipergunakan. Akan tetapi dikarenakan kurikulum yang sewaktu-waktu bisa berubah sedangkan ruangan bersifat tetap/permanen, maka dibutuhkan kreatifitas dalam memanage pendayagunaan gedung/ruang terdsedia.

    Sekolah yang menerapkan kurikulum tradisional dalam pengaturan ruangannya bersifat sangat sederhana karena aktifitas pembelajaran diselenggarakan di kelas yang tetap untuk sejumlah siswa yang tingkatannya sama. Bagi sekolah yang menerapkan kurikulum modern, ruang kelas diatur sedemikian rupa yang didasarkan pada jenis kegiatan serta program-program yang telah dikelompokkan secara integrated. Sedangkan bagi sekolah yang menerapkan kurikulum gabungan, umumnya ruang kelas masih diatur berdasarkan keperluan kelompok siswa sebagai satu kesatuan menurut pengelompokan dan jenjang kelas secara tetap.

    Berdasarkan ulasan di atas jelas bahwa sekolah yang menerapkan kurikulum kurikulum gabungan dan kurikulum tradisional, banyak kelas dipengaruhi oleh penerimaan murid dan jumlah murid yang dimiliki. Oleh sebab itu dalam perencanaan penambahan ruang kelas dan pembangunan gedung, diperlukan yang namanya catatan kependudukan dan memperkirakan juga berapa banyak yang sudah terserap oleh sekolah lain di wilayah tertentu.

    Untuk membangun sekolah dibutuhkan perencanaan yang layak (fleksibel) sebagai hasil survey yang dilakukan secara teliti terutama untuk mendapatkan lokasi yang baik dan tepat. Penelitian itu selain berkenaan dengan aspek kependudukan harus dilakukan juga terhadap kondisi tanah, situasi lingkungan dan pendapatan masyarakat

    Apabila gedung sekolah telah berdiri maka selanjutnya diperlukan sarana pembelajaran yang bisa menunjang  keefektifan program sekolah. Bagi sekolah yang menerapkan kurikulum kurikulum gabungan dan tradisional, seminimal-minimalnya diperlukan sejumlah alat peraga sedangkan bagi sekolah yang menerapkan kurikulum modern diperlukan sarana yang lebih banyak lagi dan tentunya disesuaikan dengan program-program yang menjadi tanggung jawabnya. 

    Guru

    Program kelas tidak akan memberikan arti apa-apa apabila tidak diwujudkan menjadi suatu bentuk  kegiatan. Oleh karena itu peranan guru teramat sangat esensial dan menentukan karena posisinya sebagai pemimpin diantara siswa-siswa suatu kelas. Dalam arti sempit guru yang memiliki kewajiban dalam mewujudkan program kelas adalah orang yang pekerjaannya mengajar dan memberikan pengajaran di kelas. Dalam arti luas guru memiliki arti orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan yang ikut serta bertanggung-jawab dalam mensupport dan membantu para siswa dalam mencapai kedewasaan masing-masing. Guru pada pengertian terakhir bukan hanya orang yang berdiri di depan kelas dan menjelaskan materi saja, tetapi adalah salah satu anggota masyarakat yang mesti ikut berperan aktif, berjiwa bebas dan kreatif dalam memberikan arahan terhadap perkembangan anak didiknya.

    Setiap guru mesti faham akan fungsinya sebagai pendidik karena teramat sangat besar efek dan pengaruhnya terhadap  cara bertindak dalam pekerjaan sehari-hari dik sekolah. Pemahamannya akan kompetensi guru akan menjadi dasar serta pola kegiatannya dalam menjalankan profesi sebagai seorang pendidik. Kompetensi yang dimaksud mencakup kompetensi profesi, kompetensi pribadi dan kompetensi kemasyarakatan.

    Dalam menjalankan kompetensi, ada  beberapa yang harus difahami oleh para pendidik dan didalamnya berkenaan dengan kemampuan dasar teknis edukatif dan administrasi.

    Kemampuan dasar teknis edukatif dan administrasi :
    1. Penguasaan Bahan
    2. Pengelolaan Program Belajar Mengajar
    3. Mengelola Kelas
    4. Penggunaan Macam-Macam Media Pembelajaran
    5. Mampu Mengelola Interaksi Belajar Mengajar
    6. Memiliki Kemampuan Menilai Hasil Belajar Secara Obyektif
    7. Memahami fungsi Bimbingan Konseling
    Setiap guru yang bertugas sebagai pendidik profesional ikut bertanggung jawab terhadap tercapainya tujuan pendidikan secara efisien dan efektif. Oleh sebab itu pendidik mesti ikut dan menentukan kebijakan kependidikan di sekolah.

    Siswa

    Murid adalah potensi kelas yang mesti dimanfaatkan pendidik dalam rangka  mewujudkan proses pembelajaran yang efektif. Murid adalah siswa-siswa yang tengah berkembang dan tumbuh baik itu secara fisik ataupun psikologis dalam mencapai suatu tujuan pendidikannya melalui lembaga pendidikan formal, yaitu sekolah.

    Murid sebagai bagian kelas mempunyai perasaan kebersamaan yang teramat  sangat penting maknanya terhadap terciptanya kondisi kelas yang dinamis. Setiap siswa mesti mempunyai perasaan diterima terhadap kelasnya sehingga mampu ikut serta dalam kegiatan pembelajaran kelas.
     
    Kelas adalah unit tersendiri yang dalam pengelolaannya secara optimal mesti dilakukan dengan mengikutsertakan peran aktif siswa. Pengelolaan kelas yang baik dan berhasil akan memunculkan kebanggaan kelas dan meningkatkan rasa solidaritas serta keinginan untuk bisa ikut berperan aktif di kalangan siswa di kelas tersebut. 

    Dinamika Kelas

    Kelas merupakan kelompok sosial dinamis yang mesti digunakan oleh wali/guru kelas untuk kepentingan siswa dalam pembelajarannya. Dinamika kelas pada hakikatnya berarti kondisi suatu kelas yang meliputi suatu dorongan serta sokongan untuk aktif secara terarah yang dikembangkan melalui inisiatif dan kreatifitas siswa sebagai sebuah kelompok.

    Dinamika kelas sangat dipengaruhi oleh cara guru kelas dalam mengaplikasikan kepemimpinan pendidikan dan administrasi pendidikan serta dalam memanfaatkan pendekatan pengelolaan kelas, penerapan kegiatan itu antara lain sebagai berikut.

    a. Kegiatan Administratif Management

    Pengelolaan kelas membutuhkan suatu tindakan pengorganisasian, perencanaan, pengarahan, komunikasi, koordinasi dan kontrol sebagai runtuyan kegiatan management admnistratif. 

    b. Kegiatan Operatif Management Kelas

    Kegiatan managemen administratif kelas mesti disokong dengan suatu kegiatan managemen operatif sehingga semua program kelas berjalan efektif untuk pencapaian tujuan. Kegiatan management operatif itu sendiri meliputi:
    • Tata Usaha
    • Kegiatan Pembekalan Kelas
    • Kegiatan Keuangan Kelas
    • Kegiatan Pembinaan Personal
    • Humas Kelas

     c. Kepemimpinan Guru Kelas

    Dinamika kelas dipengaruhi langsung oleh sebuah kepemimpinan guru, oleh karenanya kepemimpinan memiliki arti sebagai suatu proses membimbing, mengarahkan perasaan atau tindakan serta tingkah laku orang lain.

    Tiga bentuk kepemimpinan yang mungkin dapat diwujudkan guru dalam usaha mennjalankan personal di sebuah lingkungan kelas adalah sebagai berikut:
    • Wali atau guru kelas sebagai pemimpin yang bersifat otoriter. 
    • Wali atau guru kelas sebagai pemimpin yang bersifat laissez faire. 
    • Wali atau guru kelas sebagai pemimpin yang bersifat demokratif.

    d. Disiplin Kelas

    Disiplin kelas adalah unsur yang sangat penting dalam sebuah dinamika kelas, disiplin kelas memiliki arti 'suatu usaha untuk mencegah pelanggaran terhadap suatu ketentuan yang sudah disepakati bersama dalam menjalankan kegiatan di kelas, sehingga pemberian hukuman ke seseorang/sekelompok orang dapat dihindari.

    e. Beberapa Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas

    Seorang guru mesti mampu menetapkan suatu pilihan yang baik dan tepat dalam menjalankan pendekatan untuk menciptakan pengelolaan kelas yang efektif dan efisien. Untuk lebih memperjelas permasalahan pendekatan yang nantinya akan dipergunakan itu, di bawah akan diketengahkan beberapa alternatif yang dapat dipilih.
    • Pendekatan berdasarkan perubahan tingkah laku (behaviorisme) 
    • Pendekatan berdasarkan suasana emosi dan hubungan sosial (sosio emosional climate approach) 
    • Pendekatan berdasarkan proses kelompok (group process approach) 
    • Pendekatan electis (electic approach)


    Ide Kreatif Guru Says:
    "Terimakasih telah berkunjung ke situs ini, semoga artikel yang kami berikan bisa bermanfaat dan menambah wawasan baru kepada anda kehususnya berkenaan dengan pembelajaran "

    0 comments:

    Post a Comment

    Portal Belajar Fisika